PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA (Etika di Media Sosial) Pancasila sebagai Sistem Etika: Fondasinya Sebagai sistem etika, Pancasila memberikan kerangka moral yang holistik: · Bukan aturan teknis, tapi prinsip dasar yang harus dijiwai · Sumber norma untuk membedakan baik-buruk dalam kehidupan bermasyarakat · Landasan karakter bangsa yang memadukan spiritualitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan Nah, Kali Ini Kita akan Membahas Lima Sila dalam Aksi di Media Sosial 1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Etika dan Tanggung Jawab Setiap pengguna media sosial pada hakikatnya adalah makhluk ber-Tuhan. Ini berarti: · Menyebarkan konten yang tidak merendahkan agama/keyakinan lain · Tidak menggunakan agama sebagai alat untuk memecah belah di dunia digital · Menjaga perkataan dan tulisan, karena setiap kata adalah pertanggungjawaban moral 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Empati Digital · Menghargai martabat orang lain, meski berbeda pendapat · Tidak melakukan cyberbullying, body shami...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MENGURAI 3 DIMENSI FILSAFAT PANCASILA ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS Yoris Santrianus Nardi PANCASILA . Lima sila yang sering kita lafalkan, namun kerap kali maknanya terdampar di permukaan, belum benar-benar menyelam ke dalam samudra pemahaman yang lebih dalam. Ia dianggap sebagai warisan usang, sekadar mural di dinding kelas, atau teks pidato resmi yang kehilangan ruhnya. Padahal, di balik kelima silanya, tersembunyi sebuah sistem filsafat yang lengkap dan powerful, yang mampu menjadi kompas di tengah pusaran zaman. Lantas, bagaimana kita bisa memahami kekayaan filsafat ini? Mari kita jelajahi melalui tiga pintu masuk utama: Aspek Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Dengan memahami ketiganya, kita bukan hanya mengenal Pancasila, tetapi menjadikannya darah dan nafas dalam kehidupan berbangsa. Pintu Pertama: Aspek Ontologis – Mencari Jiwa Bangsa yang Hilang Pertanyaa...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
VIDEO ANALISIS: MATA PENCARIAN TRADISIONAL DI INDONESIA link video : https://youtu.be/SJg0bbjwrbM?si=SVwhMWUSe_pxCuRe Definisi dan Relevansi Antropologis Inti dari pembahasan ini adalah pemahaman bahwa mata pencarian tradisional adalah pekerjaan yang secara mendasar bergantung pada pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini berbeda secara signifikan dari pekerjaan modern yang didorong oleh teknologi dan mesin. Contoh klasik seperti memancing dan bertani menjadi representasi utama dari aktivitas ekonomi ini. Dari sudut pandang antropologi, pembahasan ini melampaui sekedar produk yang dihasilkan. Antropolog, seperti yang dijelaskan oleh Ibu Serevina, tertarik pada seluruh ekosistem mata pencarian tersebut: bagaimana produk didistribusikan, bagaimana tenaga kerja diorganisir, sumber daya apa yang digunakan, dan bagaimana modal berputar dalam sistem tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mata pencarian tradisional bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang struktur ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
ANALISIS FILM GOWOK KAMASUTRA JAWA Tak sekadar menampilkan adegan erotis film berlatar Mataram Islam abad ke-16 ini menguliti tradisi kuno yang sarat eksploitasi, hipokrisi agama, dan ketimpangan kelas. Gowok Kamasutra Jawa: Ritual Seks, Kuasa Feodal, dan Kritik Sosial di Balik Kontroversi 1. Inti Konflik: Tradisi vs. Moralitas Ki Ageng, bangsawan Muslim taat, justru mempertahankan ritual pra-Islam yang melibatkan gowok—perempuan desa perawan yang dijadikan "pelipur nafsu" bagi elit feodal. Ritual kamasutra Jawa ini diklaim sebagai bagian dari inisiasi kedewasaan lelaki bangsawan, tetapi hakikatnya adalah pemerkosaan tersistem. Di sini, film mengangkat ketegangan brutal: 2. Agama vs. Adat: Syariat Islam yang dianut Ki Ageng bertubrukan dengan tradisi leluhur yang ia pertahankan demi kekuasaan. \ Kelamin sebagai Alat Kuasa: Tubuh gowok me...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DIFUSI, AKULTURASI, DAN ASIMILASI BUDAYA Dalam kajian antropologi dan sosiologi, difusi, akulturasi, dan asimilasi merupakan tiga proses penting yang menggambarkan interaksi antara budaya yang berbeza. Proses-proses ini tidak hanya mempengaruhi cara hidup masyarakat, tetapi juga membentuk identitas budaya mereka. Mari kita lihat lebih dalam mengenai ketiga konsep ini. A. Difusi Budaya Difusi budaya Merujuk pada penyebaran unsur-unsur budaya dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Proses ini dapat terjadi melalui berbagai cara, termasuk perdagangan, migrasi, dan media. Menurut Edward Burnett Tylor, seorang ahli antropologi, difusi adalah salah satu cara utama di mana budaya berkembang dan berubah. Contohnya, penyebaran makanan seperti sushi dari Jepun ke negara-negara lain menunjukkan bagaimana elemen budaya dapat diterima dan disesuaikan oleh masyarakat lain. B. Akuakulturasi Aku...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BENTUK PERGESERAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN Yoris Santrianus Nardi Masyarakat dan Budaya adalah dua hal sentral dalam kehidupan, baik dalam Antropologi maupun Sosiologi. Dalam satu masyarakat pasti terdapat budaya atau bisa dikatakan saling berkaitan satu dengan lainnya. Namun kedua hal ini jelas memiliki perbedaan. Masyarakat Secara umum adalah sekelompok besar manusia yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang relatif lama, terikat oleh hubungan sosial yang kompleks, memiliki identitas bersama, dan mengikuti pola-pola perilaku yang terorganisir. Dalam perspektif antropologi, masyarakat juga dicirikan oleh sistem kekerabatan yang kompleks (seperti marga, klan) yang mengatur hubungan sosial, perkawinan, dan warisan, serta strategi adaptasi kolektif terhadap lingkungan alam dan sosialnya. Ciri Masyarakat: · Dalam Kelompok Manusia: Terdiri dari banya...