NUSA TENGGARA TIMUR(NTT) DAN TOLERANSI

Oleh: Yoris Santrianus Nardi

Prodi : Ilmu Hukum (Universitas MPU Tantular)

NUSA TENGGARA TIMUR(NTT) DAN TOLERANSI

Nusa Tenggara Timur (disingkat NTT) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Ibu kota Nusa Tenggara Timur berada di Kota Kupang. Provinsi ini dibagi menjadi 21 kabupaten dan 1 kota. Provinsi ini berada di Kepulauan Sunda Kecil.[7][8] Tahun 2022, penduduk Nusa Tenggara Timur berjumlah 5.446.285 jiwa, dan pada akhir tahun 2024 berjumlah 5.700.772 jiwa.

Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Ende, Pulau Komodo dan Pulau Palue.

Provinsi ini terdiri dari 1.192 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor yang berbatasan dengan Timor Leste.

Keragaman sebagai Toleransi

Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal luas sebagai provinsi dengan tingkat toleransi dan kepentingan umat beragama yang sangat tinggi di Indonesia. Hal ini bukan sekedar klaim, namun juga tercermin dari hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) yang secara konsisten menempatkan NTT pada posisi teratas. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor kunci. Pertama, keberagaman etnis dan agama yang kaya di NTT, di mana berbagai suku dengan adat istiadat yang kehidupannya berbeda disertai penganut agama Kristen (Katolik dan Protestan), Islam, dan kepercayaan lokal, telah membentuk budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan. Kedua, nilai-nilai kearifan lokal seperti "flobamora" (persaudaraan) dan "hamelus" (persatuan) yang dipegang teguh oleh masyarakat NTT, mengajarkan pentingnya hidup harmonis dan saling membantu. Ketiga, peran aktif tokoh agama dan masyarakat dalam mempromosikan toleransi melalui dialog dan kegiatan bersama, serta keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang efektif dalam menjaga komunikasi lintas agama, turut memperkuat kerukunan. Terakhir, kesadaran tinggi masyarakat NTT akan pentingnya menjaga kerukunan, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari mereka, menjadi fondasi utama bagi terciptanya keharmonisan antar umat beragama di provinsi ini.ī

Kilas balik ke awal tahun, Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2021 menduduki posisi tertinggi nilai kerukunan umat beragamanya dengan indeks 81,07%. Ini bukan sekedar data dan catatan angka, namun semua tamu yang hadir di NTT dan masyarakat beragama di NTT sendiri dapat merasakan nikmatnya kerukunan.

Tahun 2020 NTT pernah turun di peringkat 2 setelah Papua. Tahun sebelumnya NTT juga nomor satu. Naik turunnya posisi tertingi bukan menjadi hal yang bisa mengurangi kekuatan kerukunan umat beragama di NTT. Kerukunan buat umat beragama di NTT adalah nafas kehidupan, yang terus dijaga dan dipelihara selamanya.

Masyarakat NTT terutama yang berada di perkotaan di bagian pulau mana saja di bagian NTT, umumnya terdiri dari berbagai etnis. Terutama di pusat ibukota provinsi. Hampir semua ras suku di Indonesia dan agama hidup dengan damai dalam kerukunan.

Masyarakat NTT meyakini dengan kerukunan semua umat bisa menjalankan ibadahnya dengan damai dan nyaman. Antar umat beragama saling menjaga satu sama lain tempat ibadahnya dan proses pelaksanaan ibadahnya. Proses kawin mawin antar etnis dan agama juga menjadi salah satu penguat sikap toleran umat beragama di NTT.

Pluralisme selalu menjadi salah satu isu penting di Indonesia. Dihuni oleh berbagai masyarakat dengan latar belakang kebudayaan, agama, dan adat istiadat yang berbeda-beda, rasanya Indonesia sudah sangat akrab dengan istilah toleransi.


Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam hal ini membuat sebuah survei nasional yang mengukur tingkat kerukunan umat masyarakat dan beragama di Indonesia. Hasil survei itu dinamakan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB).


Terdapat tiga dimensi yang diukur dalam IKUB, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama. Menariknya, mengutip dari balitbangdiklat.kemenag.go.id yang dikelola Kemenag, tren IKUB di Indonesia menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.


Tahun 2024, skor IKUB nasional tercatat sebesar 76,47. Naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan nilai 76,02.

Sementara itu, Nusa Tenggara Timur (NTT) didapuk sebagai provinsi paling toleran di Indonesia. Provinsi ini mendapatkan skor total 82,86, dan masuk dalam kategori “Sangat Tinggi”.


Luar biasanya lagi, ini bukan kali pertama NTT mendapatkan “pengakuan” sebagai provinsi dengan tingkat toleransi paling tinggi di Indonesia. Tahun 2023, NTT juga mendapatkan peringkat dan nilai tertinggi pada survei IKUB yang dilakukan oleh Kemenag RI.

Provinsi yang Paling Toleran di Indonesia Berdasarkan Indeks Kerukunan Beragama

Data Kementerian Agama menyebut, NTT merupakan provinsi dengan mayoritas masyarakat beragama Kristen. Terlebih lagi, pada tahun 2023, provinsi ini menjadi rumah bagi umat Kristen paling banyak di Indonesia dengan populasi lebih dari lima juta jiwa. Sekitar 59,7 persen di antara umat beragama Katolik.


Uniknya, NTT juga menjadi salah satu provinsi yang memiliki Kampung Kerukunan. Terletak di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Kampung Kerukunan sudah diresmikan pada Oktober 2023 lalu.

Kampung ini menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di NTT. Apalagi NTT tidak hanya memiliki satu Kampung Kerukunan saja. Terdapat beberapa kampung serupa di kelurahan yang berbeda-beda. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana semua umat beragama dapat hidup berdampingan dengan damai.


Daftar Pustaka

Wikipedia : Nusa Tenggara Timur 

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB).

Hj. Aida Ceha Binti Muhammad Al Hajar, S.PdI., M.Ag (2023)  NTT Menyumbang Negara Sebagai Provinsi Terbaik 1 Indeks KUB 2023,

Diakses: https://ntt.kemenag.go.id/opini/733/ntt-menyumbang-negara-sebagai-provinsi-terb1-indeks-kub-

Firdalia Rahmasari(2025) NTT Didapuk sebagai Provinsi Paling Toleran di Indonesia 2 Tahun Berturut-turut, Kabar Baik Dari Indonesia 

Diakses https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/02/25/mantap-ntt-didapuk-sebagai-provinsi-paling-toleran-di-indonesia-

Radja Ewaldus (2025), Daerah  NTT Raih Indeks Kerukunan Umat Tertinggi 2024, 

Diakses https://www.rri.co.id/kupang/daerah/1335426/ntt-raih-indeks-kerukunan-umat-tertinggi-2024

NN (2025), Nusa Tenggara Timur, Peringkat pertama provinsi paling Harmonis (2025), Metrum.id

Diakses

https://www.metrum.id/nusa-tenggara-timur-peringkat-pertama-provinsi-paling-harmonis


Komentar

Anonim mengatakan…
Luar biasa 👍🏻

Postingan populer dari blog ini