Oleh: Yoris Santrianus Nardi

Kepribadian: Perspektif Antropologi dan Psikologi

Ok guys. Kali ini saya akan membahas tentang KEPRIBADIAN dalam versi Antropologi dan versi Psikologi. Saya sangat tertarik membahas ini karena saya sebelumnya pernah belajar Teori KEPRIBADIAN dalam Psikologi dan setelah mengikuti kelas antropologi saya terkejut karena dalam antropologi juga mempelajari kepribadian.

Saya spesifik lagi, pembahasan saya hanya pada Teori Kepribadian menurut Koentjaraningrat (Antropologi) dan Kepribadian menurut Sigmund Freud (Psikologi)

1.      Koentjaraningrat

Teori kepribadian menurut Koentjaraningrat menjelaskan bahwa kepribadian merupakan susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang membedakan tingkah laku individu. Dalam pandangannya, kepribadian dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan social.

Ada 3 unsur utama dari kepribadian Koentjaraningrat

·         Pengetahuan

Pengetahuan manusia bersumber dari pola pikir yang rasional. Pengetahuan ini berisi pemahaman dan pengalaman mengenai berbagai hal yang diperoleh dari lingkungan di sekitarnya. Kemudian, semua hal itu direkam dalam otak, dan sedikti demi sedikit diungkapkan dalam bentuk perilaku sehari-hari. Unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya.

·         Perasaan

Perasaan adalah suatu keadaan dalam bentuk kesadaran manusia. Perasaan ada karena pengaruh dari pengetahuannya. Perasaan bia berwujud positif, ataupun negatif. Perasaan antara orang yang satu dengan orang yang lain tidaklah sama. Oleh karena itu, perasaan bersifat subjektif

·         Dorongan naluri

Dorongan adalah kemauan yang sudah bersifat naluri pada tiap manusia. Dorongan naluri tidak timbul karena pengaruh pengetahuannya tetapi telah terkandung dalam organismenya. Terdapat tujuh macam dorongan naluri menurut William Mac Dougall yang tertulis dalam bukunya yang berjudul Introduction To Social Psychology. 

Tujuh hal tersebut yaitu:

1) Mempertahankan hidup.

2) Dorongan sex.

3) Mencari makan.

4) Berinteraksi dengan manusia.

5) Meniru terhadap sesamanya.

6) Dorongan berbakti.

7) Keindahan.

 

2.      Sigmund Freud

Teori kepribadian Sigmund Freud, juga dikenal sebagai teori psikoanalisis, menjelaskan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari interaksi tiga komponen utama: id, ego, dan superegoTeori ini menekankan peran penting pengalaman masa kecil, dorongan bawah sadar, dan konflik psikologis dalam membentuk kepribadian seseorang.

Ada tiga komponen yang membentuk kepribadian seseorang yaitu

1.      Id

Id adalah komponen kepribadian yang primitif dan naluriah. Id adalah bagian dari ketidaksadaran yang berisi semua dorongan dan impuls, termasuk apa yang disebut libido, sejenis energi seksual umum yang digunakan untuk segala sesuatu mulai dari naluri bertahan hidup hingga apresiasi seni. 

Id juga agak keras kepala, karena ia hanya menanggapi apa yang disebut Freud sebagai prinsip kesenangan (jika terasa enak, lakukanlah), dan tidak ada yang lain.

Id bisa dibilang terdiri dari semua komponen kepribadian yang diwariskan (biologis) yang ada saat lahir, termasuk insting seks (kehidupan), eros (yang berisi libido), dan insting agresif (kematian).

Id adalah bagian impulsif (dan tidak sadar) dari jiwa  yang merespons secara langsung dan segera terhadap dorongan, kebutuhan, dan keinginan dasar. Kepribadian anak yang baru lahir semuanya id, dan baru kemudian mengembangkan ego dan superego.

 

2.      Ego

Ego adalah satu-satunya bagian dari kepribadian sadar. Itulah yang disadari orang ketika mereka berpikir tentang diri mereka sendiri, dan itulah yang biasanya mereka coba proyeksikan kepada orang lain.

Ego berkembang menjadi perantara antara id yang tidak realistis dan dunia nyata eksternal. Ini adalah komponen pengambilan keputusan dari kepribadian. Idealnya, ego bekerja dengan akal, sedangkan id kacau dan tidak masuk akal.

Ego beroperasi sesuai dengan prinsip realitas, bekerja dengan cara yang realistis untuk memuaskan tuntutan id, tetapi berusaha sebisa mungkin menghindari konsekuensi negatif dari masyarakat. Ego mempertimbangkan realitas dan norma sosial, etika dan aturan dalam memutuskan bagaimana berperilaku.

 

3.      Super  Ego

Superego adalah bagian dari ketidaksadaran yang merupakan suara hati nurani (melakukan apa yang benar) dan sumber kritik diri. Ini mencerminkan nilai-nilai moral masyarakat sampai taraf tertentu.  Seseorang terkadang sadar akan moralitas dan etikanya sendiri sendiri, tetapi superego berisi sejumlah besar kode, atau larangan, yang dikeluarkan sebagian besar secara tidak sadar.

Fungsi superego adalah untuk mengontrol impuls id, terutama yang dilarang oleh masyarakat, seperti seks dan agresi. Ini juga berfungsi membujuk ego untuk beralih ke tujuan moralistik daripada hanya realistis dan berjuang untuk kesempurnaan.



Oke, jadi gini, kalau kalian udah cek pembahasannya, coba deh kita ulik bareng, apa sih yang jadi persamaan dan perbedaan dari materi yang udah dibahas di atas?

Persamaannya

  • Keduanya ngebahas gimana karakter & perilaku orang terbentuk.
  • Kepribadian itu gabungan dari hal-hal yang bikin kita beda sama orang lain.
  • Ngomongin unsur yang buat kita merasaberpikir, dan beraksi dalam hidup.
  • Keduanya paham kalau perilaku itu gak asal-asalan, tapi ada dasar tertentu.

Perbedaan

  • Antropologi (Koentjaraningrat) bilang, kepribadian tuh dibentuk banget sama budaya dan lingkungan sosial. Jadi kayak pengaruh temen, sekitar, dan cara kita diajarin.
  • Psikologi (Freud) lebih fokus ke dalam diri kita, kayak dorongan bawah sadar, gimana kita ngatur konflik batin, dan masa kecil kita.
  • Struktur kepribadian: Antropologi pake tiga unsur: pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Freud punya tiga bagian: id (insting), ego (logika), superego (moral).
  • Freud tuh kayak ngebahas pertempuran dalem diri kita, sementara Koentjaraningrat lebih ngeliat gimana kita berkembang karena lingkungan sekitar.
  • Freud lebih berat soal psikoanalisis dan teori konflik batin. Koentjaraningrat lebih ke interaksi sosial dan budaya.

Singkatnya...

Kalau antropologi bilang, “ Kamu tuh hasil dari lingkungan kamu berada, cara kamu tumbuh di dunia ini yang nentuin siapa kamu” .  Sedangkan psikologi bilang, “Dalam diri kamu ada pertarungan id, ego, sama superego yang nge-shape kepribadian kamu.”

Intinya, kepribadian itu kombinasi antara diri kita sendiri sama dunia sekitar. Gokil kan?

 

Daftar Pustaka

Koentjaraningrat. 2010. Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Jambatan.

Halodoc. 2023. Teori Kepribadian Menurut Sigmund Freud. Diaskses di https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-teori-kepribadian-menurut-sigmund-freud?srsltid=AfmBOoplEQQYXgLZ9ibmMI46W68_2x8h0dfapa6Xdy6nwvncyE_FiRsV

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NUSA TENGGARA TIMUR(NTT) DAN TOLERANSI